Gejolak baru sektor pertambangan

By Hasiltambang Kamis, 07 Des 2017, 17:19:42 WIB | dibaca: 98 pembaca | Pertambangan Rakyat

Gejolak baru sektor pertambangan

Angin segar nampaknya mulai berhembus pada industri pertambangan, gairah bangkitnya industri minerba kini mulai dapat dirasakan oleh para stakeholder yang telah lama menantikan momen ini, di mana ketika kondisi ekonomi domestik nampak lesu dikarenakan daya beli masyarakat yang menurun dan diikuti penutupan sejumlah gerai ritel namun nampak sebaliknya pada industri pertambangan yang memberikan kenyamanan pada tingkat harga dikarenakan tingginya permintaan global.

Selain dikarenakan harga komoditas berada pada level yang menguntungkan, permintaan pasar global terhadap beberapa komoditas pertambangan seperti  nikel dan batubara menunjukkan volume ekspor yang stabil.

Akan tetapi akibat adanya penurunan produktifitas harian terhadap gas alam dan minyak mentah serta kondensat (hidrokarbon cair yang didapatkan dari sumur gas atau sumur minyak bercampur gas) membuat indeks pertambangan memiliki indeks negatif apabila dilihat dari sisi volume produksi sebesar 0,49 persen secara agregat.

Selain penurunanan volume produksi harian dari komoditas tersebut  juga terjadi penurunan produksi pada komoditas tembaga dan emas dari Freeport dan Newmont, hal ini dapat menyebabkan kreditur enggan memberikan suntikan modal pada beberapa perusahaan penghasil komoditas tersebut, solusinya adalah pemerintah harus menciptakan iklim investasi menjadi lebih  kondusif dan menguntungkan investor. Misalnya, dengan insentif pajak dan mempermudah prosedur investasi.


Belum lagi beberapa kasus di sektor ini dimana terdapat masalah yang pernah dihadapi oleh pengusaha dan pemerintah, semisal  PT Dairi Prima perihal  Keppres tentang underground mining, PT Meares Soputan yang terhalang masalah kesalahpahaman antara Departemen ESDM dan Pemprov Sulut, juga Investasi PT Jogja Magasa Mining yang terkendala masalah

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Setujukah anda Freeport dikelola oleh asing?
  Tidak setuju
  Sangat Setuju
  Setuju dengan syarat
  No komen

Komentar Terakhir