Gejolak baru sektor pertambangan

By Hasiltambang Kamis, 07 Des 2017, 17:19:42 WIB | dibaca: 97 pembaca | Pertambangan Rakyat

Gejolak baru sektor pertambangan

operasionalnya karena kontrak karyanyaharus melalui tahap penyelesaian pendapat fatwa hukum dari Depkum dan HAM.

Belum selesai dengan beragam masalah birokrasi, industri ini seolah terusik dengan agenda pemerintah mengenai rancangan pajak untuk PT Freeport Indonesia, tentang perubahan status PT Freeport Indonesia dari Kontrak Karya (KK) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Didalam kesepakatan ini terdapat beberapa poin diantaranya perubahan status perijinan PT Freeport Indonesia dari yang semula KK menjadi IUPK, melakukan divestasi terhadap 51 persen saham kepada Indonesia, pembayaran setoran lebih besar ke pemerintah Indonesia, dan membangun pabrik pengolahan atau smelter, agar dapat terus beroperasi di Indonesia.

Sayangnya kebijakan ini tidak hanya dibebankan kepada PT Freeport Indonesia saja, melainkan nantinya juga akan diterapkan pada seluruh perusahaan pertambangan yang justru membuat iklim investasi di Indonesia menjadi tidak kondusif, hal ini semata untuk mengejar pendapatan negara melalui pajak akibat dari defisit kas negara.

Selain masalah di atas, ada satu masalah lagi yang harus diperhatikan para perusahaan pertambangan yang beroperasi di Indonesia, yaitu kepeduliannya terhadap keselamatan pekerja dan kelestarian lingkungan. Sebab apabila hal ini terus dibiarkan maka bukan tidak mungkin perkara ini akan menjadi penghambat tumbuhnya industri pertambangan terutama untuk menghadapi serangan kelompok peduli lingkungan dan HAM. Perusahaan harus dapat meyakinkan mereka bahwa industri ini dapat menunjukkan tanggung jawabnya terhadap kesejahteran pekerja dan kelestarian lingkungan.

Dilaporkan telah terjadi peningkatan jumlah lubang tambang beserta korbannya setiap tahunnya. Di tahun 2015 terdapat 8 korban jiwa, disusul pada tahun 2016 industri ini menelan 6 korban jiwa akibat lubang tambang. Dikhawatirkan

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Setujukah anda Freeport dikelola oleh asing?
  Tidak setuju
  Sangat Setuju
  Setuju dengan syarat
  No komen

Komentar Terakhir