Panduan Leveling Pertambangan

By Hasiltambang Minggu, 10 Des 2017, 17:28:10 WIB | dibaca: 701 pembaca | Lain-Lain

Panduan Leveling Pertambangan

dapat diterima.

Apabila pengukuran penyipat datar dilakukan dengan pulang pergi, maka selisih hasil pengukuran pulang pergi tidak boleh lebih besar dari pada:

k1 = ± (2,0 √ Skm) mm untuk pengukuran tingkat pertama (First Order Levelling)

k2 = ± (3,0 √Skm) mm untuk pengukuran tingkat kedua (Second Order Levelling)

k3 = ± (4,0 √Skm) mm untuk pengukuran tingkat ketiga (Third Order Levelling)

Beda tinggi yang didapat dari tinggi titik-titik ujung dari dua titik yang telah diketahui tingginya sebagai titik-titik ujung pengukuran tertentu itu tidak boleh mempunyai selisih lebih besar dari pada:

k1 = ± (2,0 ± 2,0 √ Skm) mm untuk pengukuran tingkat pertama (First Order Levelling)

k2 = ± (2,0 ± 3,0 √Skm) mm untuk pengukuran tingkat kedua  (Second Order Levelling)

k3 = ± (2,0 ± 6,0 √Skm) mm untuk pengukuran tingkat ketiga (Third Order Levelling)

Pada satuan Skm menunjukkan bahwa jarak pengukuran dinyatakan dalam kilometer.


Kesalahan-Kesalahan Yang Terjadi Ketika Pengukuran leveling

Dalam melakukan pengukuran penyipat datar atau leveling terkadang terdapat beberapa hal yang menyebabkan seorang pengukur harus mengulangi kegiatan pengukuran penyipat datar, agar hal itu tidak terjadi dan untuk meningkatkan akurasi hasil pengukuran datar, maka beberapa hal di bawah ini harus dapat dihindari yaitu:

Kesalahan Individu

Kesalahan dalam membaca angka pada rambu, solusinya adalah dengan membaca ketiga benang diafragma.

Kesalahan penulis dalam mencatat data ukur, disebabkan oleh kesalahan pemegang rambu waktu men

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Setujukah anda Freeport dikelola oleh asing?
  Tidak setuju
  Sangat Setuju
  Setuju dengan syarat
  No komen

Komentar Terakhir