Pongkor dan kearifan lokal

By Hasiltambang Minggu, 03 Des 2017, 20:37:23 WIB | dibaca: 289 pembaca | Ekonomi Pertambangan

Pongkor dan kearifan lokal

n lingkungan besar-besaran.


Metode para gurandil ini untuk menambang emas sangat berisiko tinggi. Sekali mereka masuk lubang, gurandil ini memakan waktu berhari-hari di dalam lubang tambang yang dibuatnya berbekal alat sederhana berupa linggis, martil, pahatan, dan lilin sebagai penerang yang dapat meningkatkan resiko kekurangan oksigen dan tertimpa longsoran akibat tidak diterapkannya good mining practice.  Selanjutnya mereka menggali perut gunung mengikuti tanah yang diyakini sebagai urat emas tanpa didasarkan atas hasil eksplorasi ilmiah. Terkadang merekapun nekat masuk area konsesi milik Antam.


PT Aneka Tambang (antam) telah menutup akses kendaraan yang melewati jalan akses ke Pongkor, untuk mencegah pengangkutan bijih emas dari Pongkor ke Nanggung.penertiban kegiatan PETI, telah mengurangi secara signifikan kegiatan operasi mereka di kawasan penambangan Pongkor. PT Aneka Tambang (antam) berusaha memberdayakan masyarakat sekitar agar dapat menemukan mata pencaharian baru di luar kegiatan tambang.


Lahan tambang yang akan dieksplorasi oleh perusahaan Antam saat ini statusnya turun menjadi hutan lindung dari semula merupakan hutan konservasi, wilayah Pongkor yang merupakan taman nasional yang tidak boleh ditambang masih belum steril dari aktifitas penambangan liar. Belum lagi mereka menggunakan merkuri dan sianida sehingga limbahnya mencemari lingkungan. Kedua limbah tersebut langsung dibuang perairan persawahan maupun ke sungai Cikaniki.Akibatnya, konflik antara warga asli dan pendatang tidak bisa dielakkan dan secara teknis memengaruhi kegiatan operasional penambangan perusahaan Antam.


Dampak sosial telah dirasakan oleh semua pihak akibat dari keberadaan gurandil. Keamanan di kawasan lokasi penambangan bisa dibilang sangat rawan. Bisa dibuk

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Setujukah anda Freeport dikelola oleh asing?
  Tidak setuju
  Sangat Setuju
  Setuju dengan syarat
  No komen

Komentar Terakhir